Kamis, 30 Oktober 2014

USAHA UNTUK MMENGHINDARI DARI GODAAN SYAITAN



Nama : Dewita Ramadani
Kelas : BKI 3C
·         Taat dan Tunduk kepada Allah dan Rasulnya
Ketika kita taat dan tunduk kepada Allah dan Rasulnya maka kita senantiasa mengerjakan semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya. Dengan demikian maka Allah akan selalu berada didekat kita dan melindungi kita dari godaan setan.
·         Memiliki Iman yang kuat
Pada saat seseorang memiliki Iman yang kuat, maka senantiasa Allah akan melindunginya dan mampu mengendalikan dirinya dari godaan setan. Misalnya kita sebagai umat islam dilarang untuk mendekati zina, maka apabila orang yang memiliki Iman yang kuat, maka dia tidak akan mendekati perbuatan setan tersebut.
·         Banyak berZikir kepada Allah
Bagi seseorang yang banyak berZikir kepada Allah dimana saja dia berada, maka disetiap aliran darahnya berisikan lafazh Allah. Dan dia akan dilindungi oleh Allah dan tidak mudah untuk terjebak kepada rayuan setan.
·         Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan kitab yang paling mulia disisi Allah, dan barang siapa yang mendengar bacaan Al-Qur’an maka akan bergetar hatinya. Maka sudah jelaslah bahwa Al-Qur’an itu merupakan patokan kita dalam ber Agama. Dan apabila kita sering membaca Al-Qur’an, maka kita akan terhindar dari godaan setan.
·       Didalam Agama kita yaitu agama Islam, diwajibkan untuk menutupi aurat dengan cara menggunakan pakaian yang sopan. Ketika seseorang mendalami mengenai Agama, maka dia tidak akan mudah untuk terjebak kepada godaan setan.
·       Didalam Al-Qur’an juga dijelaskan bahwa kita sebagai umat yang diutus Allah kemuka bumi ini untuk memelihara dan menjaga alam ini dengan baik. Dan apabila kita menjaganya maka kita terhindar dari godaan setan, dan apabila seseorang membuat kerusakan dimuka bumi ini maka dia akan mudah untuk digoda oleh setan.

Selasa, 21 Oktober 2014

adjustment dan maladjustment




Nama:Dewita Ramadani
Kelas:Bki 3c

1.        Apa yang menjadikan diri seseorang bisa menyesuaikan diri
Yang menjadikan diri saya bisa menyesuaikan diri yaitu ketika saya mampu membuka diri dengan lingkungan baru yang mana dilingkungan tersebut berasal ari berbagai suku dan daerah. Seperti ketika saya memulai perkuliahan dipekanbaru saya harus mampu menyesuaikan diri saya dengan lingkungan yang baru. Baik itu dikampus tempat saya kuliah maupun dilingkungan tempat saya tinggal. Terutama dikampus, karena para mahasiswa dan mahasiswinya berasal dari berbagai daerah, ada yang dari jawa, medan, sumbar, dan lain sebagainya. Oleh karena itu kita harus mampu menyesuaikan diri kita dengan baik, dengan cara berkomunikasi yang baik, dan berusaha untuk memahami setiap karakter dari suatu wilayah tersebut
2.        Apa yang menjadikan diri anda sampai saat ini belum bisa menyesuaikan diri
Adapun yang menjadikan seseorang belum bisa menyesuaikan diri yaitu dikarenakan seseorang tersebut tertutup dan tidak mampu dalam bersosialisasi dengan baik dimana dia berada. Dan juga dengan rasa yang cemas yang ada pada diri seseorang jugaa mampu membuatnya belum bisa dalam menyesuaikan dirinya. Misalnya ketika kita berada disuatu tempat yang baru kita memiliki rasa cemas didalam diri kita dikarenakan ditempat tersebut belum ada yang dikenal. Jadi dengan rasa cemas tersebut membuat saya kurang bersosialisasi dengan baik, dan membutuhkan waktu untuk bisa menyesuaikan diri.
3.        Contoh adjusmant dan maladjustment
Disuatu perumahan dimana para masyarakat di perumahan tersebut setiap malam minggunya melakukan wirit yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara sesame warga tersebut. Ada sebagian warga yang tidak pernah mengikuti wirit tersebut maka dia dapat dikatakan sebagai maladjustment,sedangkan adjusmant yaitu warga tersebut mengikuti acara wirit yang dilakukan setiap malam minggu.


Selasa, 14 Oktober 2014



Seseorang dikatakan normal yaitu ketika individu memiliki keadaan yang positif yaitu dengan ditandai bahwa seorang individu mampu menyesuaikan diri baik terhadap fisik, mental, serta hubungan dirinya dengan lingkungan sosialnya, sehingga individu tersebut memiliki perasaan puas dan bahagia. Dan seseorang juga dianggap normal apabila menampilkan perilaku-perilaku yang normal. Misalnya seseorang yang mematuhi peraturan lalu lintas sehingga membuat teratur dalam mengemudi dan tidak ugal-ugalan itu bisa dikatakan normal.
            Dan adapun yang dikatakan dengan tidak normal/abnormal yaitu ketika seseorang individu tidak mampu menyesuaikan diri dalam menghadapi, menanggapi, dan melaksanakan tuntutan-tuntutan dari lingkungan fisik sosialnya. Dan orang yang tidak normal memiliki gangguan mental yang berhubungan dengan penyakit fisik. Misalnya seseorang yang trauma dengan masa lalunya yaitu dia takut dengan laki-laki karena semasa SMA nya dulu dia pernah diperkosa setelah pulang sekolah, jadi hal tersebut membuatnya menjadi trauma dan takut kepada laki-laki. Itu bisa dikatakan sebagai abnormal.
            Orang yang sehat mentalnya yaitu seseorang harus merasa puas dengan dirinya sendiri, bahagia, gembira ria, dan tenang tidak ada konflik dan menyalahkan dirinya sendiri. Orang yang memiliki mental yang sehat dia harus mampu menyesuaikan dirinya dengan orang dalam lingkungannya dan harus dapat mengendalikan dirinya sendiri. Misalnya seperti seseorang yang ramah dalam bersosialisasi didalam lingkungannya sehingga dia dikenal oleh banyak orang.
            Sedangkan yang dikatakan dengan tidak sehat mentalnya yaitu suatu keadaan yang tidak menyenangkan bagi setiap individu sehingga menimbulkan gangguan aktifitas sehari-hari baik itu dalam aktifitas jasmani, rohani, dan sosial. Misalnya orang yang tidak mampu bersosialisasi dengan masyarakat lingkungannya seperti dikomplek perumahan si A pada hari minggu melakukan gotong royong sekitar komplek, dan tiba-tiba si A tidak pernah mengikuti gotong royong tersebut alasannya selalu sakit, padahal sebenarnya dia tidak sakit. Maka dia dapat dikatakan tidak sehat dalam bentuk sosialnya.